Sabtu, 04 Februari 2012

CARA MENGHADAPI BENCANA ALAM


Bentuk Pencegahan Bencana Alam
A.  Gempa Bumi
Para ahli menyimpulkan walau datangnya gempa tidak dapat diperkirakan kedatangannya tetapi ada beberapa gejala alam yang patut dicermati dan dianggap sebagai tanda akan adanya gempa, sebagai berikut.
1.     Adanya awan yang berbentuk aneh seperti batang yang berdiri secara lurus ke atas. Hal ini  kemungkinan besar merupakan awan yang disebut awan gempa yang biasanya muncul sebelum terjadinya gempa. Awan berbentuk seperti batang ini terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan sangat besar dari dalam perut bumi sehingga menyerap daya listrik yang ada di awan. Gelombang elektromagnetis ini terjadi akibat adanya pergeseran patahan lempeng bumi.
2.    Terdapat medan elektromagnetik di sekitar kita. Medan elektromagnetik dapat diuji dengan cara melihat siaran televisi apakah tiba-tiba salurannya terganggu tanpa sebabapapun.
3.    Perhatikan perilaku hewan-hewan yang ada di sekitar kalian.Apakah hewan-hewan tersebut bertingkah aneh atau gelisah. Sebab hewan memiliki naluri yang sangat tajam dan mampu merasakan gelombang elektromagnetis.

Tindakan pencegahan jika terjadi gempa
·         cepat-cepat keluar ruangan menuju ke tempat yang lapang
·         Jika sudah di luar ruangan tetaplah tinggal di luar dan berusahalah berada di tempat yang terbuka, jauh dari pepohonan, tembok-tembok serta saluran-saluran kabel listrik
·         jangan masuk ke dalam rumah atau bangunan.

Jika berada di dalam gedung bertingkat  hal yang perlu kalian lakukan :
·         tidak usah panic
·         berlindung di bawah meja atau mebel yang kokoh atau mencari sesuatu yang dapat melindungi kepala dan badan kita dari reruntuhan bangunan
·         Jika suasana telah tenang dan aman usahakan untuk keluar ruangan dan mencari tempat yang lebih aman lagi.
·         Gunakan tangga darurat, jangan menggunakan lift

B.  Tsunami
Berbagai upaya yang ditempuh jika berada di daerah rawan tsunami yaitu dengan membentuk kelompok-kelompok masyakarat yang paham akan bencana alam. Kepekaan dan keterampilan menyelamatkan diri secara individual maupun kelompok harus terus dilatih.

Adapun langkah yang harus ditempuh oleh kelompok  masyarakat dalam mengurangi jumlah kerugian akibat tsunami sebagai berikut.
1)    Melakukan pemetaan daerah rawan genangan tertinggi jika ada tsunami.
2)   Membuat jalur evakuasi.
3)   Menentukan dan memberi informasi tempat penampungan sementara yang cukup aman.
4)   Berkoordinasi dengan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), kepolisian, pemerintah daerah, dan rumah sakit. Selain itu masyarakat juga harus memahami gejala-gejala yang tidak biasa terjadi.
5)   Melakukan pertemuan rutin untuk menambah pengetahuan mengenai gempa dan tsunami. Jika masih kurang jelas, dapat mendatangkan ahli untuk memberi informasi.
6)   Melakukan latihan secara reguler, baik terjadwal maupun tidak terjadwal.
7)   Membuat kode tertentu yang dikenali masyarakat sekitar guna menandakan evakuasi.
8)   Menyebarkan gambar peta evakuasi di pelosok daerah tempat tinggal masyarakat.

Adapun langkah yang perlu dilakukan tiap individu sebagai berikut.
1)    Menyiapkan tas darurat yang berisi keperluan-keperluan mengungsi selama tiga hari seperti makanan, pakaian, suratsurat berharga atau obat-obatan.
2)   Selalu merespon tiap latihan dengan serius sama seperti saat terjadinya gempa.
3)   Selalu peka terhadap fenomena alam yang tidak biasa.

Apabila kita peka sebenarnya alam telah memberikan tandatanda sebelum terjadinya tsunami. Beberapa petunjuk yang diberikan alam antara lain berikut ini.
1) Adanya suara gemuruh di laut, hal ini akibat adanya pergeseran lapisan tanah.
2) Laut tiba-tiba menyurut sampai agak jauh ke tengah.
3) Karena surutnya laut maka akan tercium bau khas laut seperti bau amis.
4) Burung-burung laut terbang dengan kecepatan tinggi menuju daratan.

·         Pusat Peringatan Tsunami Internasional (International Tsunami Warning Center) didirikan di Hawaii untuk memantau terjadinya gempa bumi di sekitar Samudra Pasifik dan mengeluarkan peringatan kapan tsunami akan terjadi .

C.  Tanah longsor
Secara garis besar faktor penyebab tanah longsor sebagai berikut.
1) Faktor alam
C  Kondisi geologi antara lain batuan lapuk, kemiringan lapisan tanah, gempa bumi dan letusan gunung api.
C  Iklim yaitu pada saat curah hujan tinggi.
C  Keadaan topografi yaitu lereng yang curam.
2) Faktor manusia
C  Pemotongan tebing pada penambangan batu di lereng yang terjal.
C  Penimbunan tanah di daerah lereng.
C  Penebangan hutan secara liar di daerah lereng.
C  Budidaya kolam ikan di atas lereng.
C  Sistem drainase di daerah lereng yang tidak baik.
C  Pemompaan dan pengeringan air tanah yang menyebabkan turunnya level air tanah.
C  Pembebanan berlebihan dari bangunan di kawasan perbukitan.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menekan bahaya tanah longsor dibagi menjadi tiga, yaitu:
Tahap awal atau tahap preventif
Tahap awal dalam upaya meminimalkan kerugian akibat bencana tanah longsor adalah sebagai berikut:
·         Mengidentifikasi daerah rawan dan melakukan pemetaan.
·         Penyuluhan pencegahan dan penanggulangan bencana alam dengan memberikan informasi mengenai bagaimana dan mengapa tanah longsor.
·         Pemantauan daerah rawan longsor.
·         Perencanaan pengembangan sistem peringatan dini di daerah rawan bencana.
·         Menghindari bermukim atau mendirikan bangunan di tepi lembah sungai terjal.
·         Menghindari melakukan penggalian pada daerah bawah lereng terjal yang akan mengganggu kestabilan lereng sehingga mudah longsor.
·         Menghindari membuat sawah baru dan kolam pada lereng yang terjang karena air yang digunakan akan memengaruhi sifat fisik lereng. Lereng menjadi lembek dan gembur sehingga tanah mudah bergerak.
·         Menyebarluaskan informasi bencana gerakan tanah melalui
·         berbagai media sehingga masyarakat mengetahui.

Tahap bencana
Usaha yang perlu dilakukan ketika suatu daerah terkena bencana tanah longsor antara lain berikut ini.
o   Menyelamatkan warga yang tertimpa musibah.
o   Pembentukan pusat pengendalian atau crisis center.
o   Evakuasi korban ke tempat yang lebih aman.
o   Pendirian dapur umum, pos-pos kesehatan, dan penyediaan air bersih.
o   Pencegahan berjangkitnya wabah penyakit.
o   Evaluasi, konsultasi, dan penyuluhan.

Tahap pascabencana
Setelah bencana tanah longsor terjadi, bukan berarti permasalahan selesai, tetapi masih ada tahapan yang perlu dilakukan untuk mengurangi jumlah kerugian, yaitu:
·         Mengupayakan mengembalikan fungsi hutan lindung seperti sediakala.
·         Mengevaluasi dan memperketat studi Amdal pada kawasan vital yang berpotensi menyebabkan bencana.
·         Penyediaan lahan relokasi penduduk yang bermukim di daerah bencana, dan di sepanjang bantaran sungai.
·          Normalisasi area penyebab bencana.
·          Rehabilitasi sarana dan prasarana pendukung kehidupan masyarakat yang terkena bencana alam secara permanen.
·          Menyelenggarakan forum kerja sama antardaerah dalam penanggulangan bencana.

Ada tiga tanda untuk memantau kemungkinan terjadinya tanah longsor yaitu:
·         Keretakan pada tanah yang berbentuk konsentris (terpusat) seperti lingkaran atau paralel dan lebarnya beberapa sentimeter dengan panjang beberapa meter. Bentuk retakan dan ukurannya yang semakin lebar merupakan parameter ukur umum semakin dekatnya waktu longsor.
·         Penampakan runtuhnya bagian-bagian tanah dalam jumlah besar.
Kejadian longsor di satu tempat menjadi pertanda kawasan tanah longsor lebih luas lagi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar